Pada November 2022 lalu, saya berkesempatan membantu UMKM yang menyediakan jasa arsitek.
Sebut saja namanya bapak Fulan.
Bapak Fulan ini memiliki aset marketing berupa website yang di dalamnya sudah disediakan tombol WhatsApp untuk memudahkan calon klien yang tertarik dengan jasanya.
Yang saya lakukan untuk membantu Pak Fulan:
- Mempelajari target market atau calon konsumen
- Mempelajari customer journey
- Setup Google Ads conversion tracking
- Melakukan riset keyword
- Membuat campaign baru
- Membuat 2 materi iklan yang semuanya mendapatkan skor “Excellent“
- Mengoptimasi campaign
- Dan, memberikan saran-saran untuk membantu menjaga bahkan meningkatkan performa campaign
Dalam rentang sekitar lebih dari 1 bulan (16 Nov s/d 23 Des 2022), campaign ini menghabiskan biaya sejumlah Rp 1.218.126 dan hasilnya adalah:
- 0 Click Nomor Telepon
- 20 Click WhatsApp (Conversion)
Dengan demikian, rata-rata biaya per konversinya adalah Rp 60.906.

Alhamdulillah, dengan melakukan optimasi secara berkala, konversi menunjukkan peningkatan, dan biaya per konversi menunjukkan penurunan.
Dari yang sebelumnya pernah mencapai Rp 86.636 dengan 1 konversi (20 Nov), bisa turun menjadi Rp 12.691 dengan 4 konversi (27 Nov).
Sayangnya, Pak Fulan melakukan request A, B, C (maaf, tidak bisa saya jelaskan detailnya), yang menyebabkan campaign harus diedit.
Akhirnya saya mengedit campaign pada tanggal 3 Des, dan ternyata berdampak pada tidak adanya konversi sama sekali dari tgl 3 s/d 10 Des.
Pak Fulan menyadari adanya perubahan pada sisi hasil, akhirnya beliau meminta saya untuk mengembalikan settingan ke semula.
Saya pun menyanggupinya dan saya kembalikan ke settingan semula pada tgl 8 Des.
Alhamdulillah, keputusan itu membuahkan hasil berupa konversi kembali didapat pada tanggal 11 Des.
Demikian sekilas pengalaman saya mengoptimasi campaign untuk usaha jasa arsitek.



